Kawasan Rawa jadi Tantangan Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Kukar
Desain bangunan KDMP. (kriz)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Kawasan rawa menjadi tantangan dalam pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di sejumlah wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Karakteristik lahan yang
didominasi perairan membuat desain bangunan permanen yang saat ini diterapkan
belum dapat digunakan secara merata, sehingga pembangunan koperasi di sejumlah
desa masih belum dapat direalisasikan.
Salah satu wilayah yang
menghadapi kondisi tersebut adalah Kecamatan Muara Muntai.
Hingga kini, pembangunan
fisik KDMP baru dapat dilakukan di dua desa, sedangkan desa-desa lainnya masih
menunggu adanya penyesuaian desain bangunan agar pembangunan dapat dilaksanakan
di kawasan rawa.
Camat Muara Muntai,
Mulyadi, mengatakan pembangunan koperasi di wilayahnya baru terealisasi di Desa
Perian dan Desa Lekaq karena kedua desa tersebut memiliki lahan yang
memungkinkan dibangun menggunakan fondasi permanen. Sementara mayoritas desa
lainnya masih terkendala kondisi geografis.
"Pembangunan baru
berjalan di dua desa. Di Perian progresnya sudah sekitar 70 sampai 80 persen,
sementara di Lekaq sudah hampir rampung karena progresnya mendekati 90
persen," ujarnya saat dikonfirmasi pada Senin (27/7/2026).
Menurutnya, pemerintah
desa pada dasarnya siap mendukung program tersebut. Namun, spesifikasi bangunan
yang berlaku saat ini belum dapat diterapkan di wilayah yang didominasi rawa
dan perairan.
"Kalau tetap memakai
konstruksi yang sekarang tentu akan sulit diterapkan di desa-desa yang berada
di kawasan rawa. Kami berharap nantinya ada kebijakan yang memungkinkan
penggunaan bangunan bertiang agar pembangunan koperasi bisa menjangkau seluruh
desa," ungkapnya.
Selain persoalan
konstruksi, rencana pembangunan KDMP di Desa Muara Aloq juga belum dapat
dimulai karena masih menunggu proses pinjam pakai lahan milik PLN yang sedang
dikoordinasikan Pemerintah Kabupaten Kukar.
“Kami mendapat informasi
pemerintah kabupaten sudah menyampaikan surat kepada PLN. Saat ini kami tinggal
menunggu hasil koordinasi tersebut," jelasnya.
Meski demikian, ia optimistis
Koperasi Desa Merah Putih dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat apabila
mampu berkolaborasi dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Kalau bisa
bersinergi dengan UMKM, tentu manfaatnya akan lebih besar karena dapat membantu
mengembangkan usaha masyarakat sekaligus meningkatkan perekonomian desa,"
tuturnya.
Persoalan pembangunan KDMP
di kawasan rawa juga menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kukar.
Bupati Kukar, Aulia Rahman
Basri menyebut kendala tersebut tidak hanya terjadi di Muara Muntai, tetapi
juga dialami sejumlah kecamatan lain yang memiliki karakteristik wilayah
serupa.
Menurutnya, hingga kini
pemerintah daerah masih menunggu kebijakan pemerintah pusat mengenai desain
bangunan yang dapat diterapkan di kawasan rawa maupun daerah rawan banjir.
"Saat ini yang baru
diakomodasi adalah pembangunan dengan bangunan permanen. Sementara untuk
bangunan dengan konstruksi tiang masih belum bisa," ujarnya.
Ia menegaskan, pemerintah
daerah belum dapat mengambil kebijakan sendiri terkait perubahan desain
bangunan karena hal tersebut menjadi kewenangan pemerintah pusat.
"Ke depannya tentu
kita menunggu keputusan dari pemerintah pusat terkait hal tersebut,"
tuturnya.
Menanggapi kondisi itu,
Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani menilai seluruh unsur pemerintah harus bersama-sama
memastikan Program Koperasi Desa Merah Putih tetap berjalan meski menghadapi
berbagai kendala di lapangan.
Menurutnya, persoalan
lahan maupun kondisi geografis harus diselesaikan melalui kolaborasi seluruh
pihak.
"Program nasional,
program Presiden, program untuk rakyat Indonesia. Tentu apa pun kendalanya
harus diselesaikan," tegasnya.
Ia mengatakan pemerintah
kabupaten, pemerintah kecamatan, pemerintah desa hingga DPRD memiliki tanggung
jawab yang sama untuk mencari jalan keluar agar pembangunan koperasi dapat
terlaksana sesuai target.
"Kalau memang ada
kendala, ada yang belum pas, atau lahannya belum tersedia, mari kita carikan
lahan bersama. Tidak ada alasan untuk tidak menyelesaikan setiap permasalahan
karena ini adalah tanggung jawab bersama," ujarnya.
Ia berharap KDMP nantinya
mampu menjadi penggerak perekonomian di tingkat desa dan kecamatan sehingga
manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat.
"Kita berharap
Koperasi Merah Putih benar-benar bisa menjadi lokomotif ekonomi di desa maupun
di kecamatan. Tujuan akhirnya tentu untuk menyejahterakan masyarakat melalui
koperasi," pungkasnya. (kriz)